About Me
Hi! Saya Ryan Rudiansyah seorang freelance web developer dari Bandung yang juga senang dengan dunia motivasi dan technopreneurship. Semoga tulisan di blog ini bisa memberikan inspirasi bermanfaat. ツ

Aku dan DIA

..bismillahirrohmaanirrohim,,

Mari kita renungkan dan fikirkan sahabatku…
Sejauh mana kita mencintai Allah
Tuhan Yang Maha Agung??


Suatu senja, aku diberi kesempatan melihat lembayung-Nya. Berkesempatan melihat mentari senja hangat-Nya kembali menghilang di horizon…

Hmm *tersenyum**…kecantikan alam-Nya memang tiada tandingannya.

Aku perhatikan, dan terucaplah pujian untuk-Nya atas segala keindahan.

Aku duduk dan terasalah akan kehadiran-Nya…

DIA bertanya kepadaku “Adakah kamu mencintai AKU?” Aku menjawab, “sudah tentu! Engkaulah penciptaku, apalah aku kalau tidak mencintai-Mu”. Kemudian DIA bertanya lagi, “Jika kamu ditakdirkan cacat, apakah kamu masih mencintai-KU?”

Aku terdiam seketika. Aku lihat tangan, kaki, dan seluruh anggota badanku. Aku teringat setiap kerjaku, yang mustahil dilakukan tanpa anggotaku ini, yang kusadari pentingnya. Kemudian aku menjawab, “Tentunya jika demikinan  sulit, aku akan tetap mencintai-Mu.”

Kemudian DIA bertanya lagi, “Jika kamu ditakdirkan buta, adakah kamu akan menyayangi segala ciptaan-KU?”. Bagaimana mungkin aku mencintai sesuatu yang tidak aku lihat? Kemidian aku berfikir, …banyak oramg yang ditakdirkan buta didunia ini, dan mereka masih mencintai Allah dan segala ciptaann-Nya. Kemudian aku menjawab “Amat sukar bagi diriku membayangkan diriku dalam keadaan serupa, namun akau akan tetap mencintai-Mu ya Allah.”

DIA bertanya lagi, “Jika kamu ditakdirkan tuli, apakah kamu akan tetap mendengar apa kata-kata KU?”. Bagaimana aku mendengar jika aku tuli? Kemudian aku tersadar, mendengar tidak hanya mesti dengan telinga, tetapi dengan hati. Aku menjawab, “Walaupun takdir itu amat berat bagiku, namun aku akan tetap mencintai-Mu.”

DIA kembali bertanya, “Jika kamu ditakdirkan bisu, adakah kamu masih memuji-KU?”. Bagaimana aku memuji tanpa suara? Aku berfikir…Allah Maha Mengetahui kita memuji-Nya dari dalam hati dan jiwa kita, tak penting bagaimanapun bunyinya. Aku menjawab, “Sungguhpun aku tak sanggup membunyikan pujian untuk-Mu, aku akan tetap memuji-Mu.”

Dan DIA kembali bertanya… “Apakah kamu benar-benar mencintai-Ku?”

Dengan nada tegas dan yakin aku menjawab, “Benar Tuhanku, aku mencintai-Mu, karena Engkaulah satusatunya Tuhanku, Tuhan yang sebenarnya patut disembah.”

Aku berfikir jawabanku itu, adalah jawaban paling tepat, tetapi DIA kembali bertanya, “Kalau begitu kenapa kamu masih melakukan dosa?” Aku pun menjawab, “Karena aku hanya manusia biasa yang selalu lalai, tidak sempurna dan tidak dima’sum.” DIA pun berkata, “Kalau begitu, kenapa kau tatkala senang dan gembira…kamu melupakan-KU? Jauh dari-KU? Dan kenapa ketika susah, kekurangan, dan meminta pertolongan…kamu terus ingat pada-KU. Kamu dekat dan merayu pada-KU?.”

Aku tak mampu berkata-kata apa pun. Yang kusadari, tetesan hangat turun membasahi pipiku.

DIA sambung kembali, “Mengapa kamu berbuat demikian…, kamu sujud terhadap-KU, kemudian membelakangi-KU? Tidak pedulikan AKU? Mengapa kamu hanya datang ketika ingat saja? Mengapa kamu meminta dangan segala yang sempurna dan baik dan mementingkan diri sendiri? Mengapa kamu meminta pada-Ku sementara kamu tidak setia pada-KU?

Kurasakan titisan hangat itu deras membasahi pipiku.

Mengapa kamu, malu kepada-KU? Mengapa kamu tak mau menyebarkan suruhan-KU? Mengapa ketika dizalimi kamu mengadu pada orang lain, semntara Aku selalu mendengar segala rintihanmu? Mengapa kamu sering membuat alasan ketika AKU memberimu peluang untuk dekat dengan-KU?

Kuberanikan bibir ini untuk menjawab semua pertanyaan bertubi-tubi itu, tapi tak sanggup. Lidahku yang selalu lancar kini kelu untuk berucap, otak berlari mencari jawaban, tapi tak ada satu pun jawabannya.

DIA kembali berkata, “Setiap kali AKU berkata-kata kau tutup telingamu, setiap AKU memberikan berbagai rahmat dan nikmat kau berpaling dari-KU dan tak ingin melihat-KU.”

“AKU turunkan pesuruhku, tetapi kau tidak memperdulikannya, dan meninggalkan sunnahnya. AKU dengar segala pinta dan rayumu kepada-Ku, dan AKU kabulkan dalam berbagai cara. Kini…adakah kamu mencintai-KU?”

Aku tak mampu lagi menjawab. Bagaimana aku bisa menjawab pertanyaan itu?. Aku malu dengan apa yang telah aku lakukan selama ini, aku tak punya lagi alasan untuk menyelamatkan diriku.

Ketika hatiku berteriak menangis, dan bercucuran air mata dikedua belah pipiku, aku merintih, “Oh Tuhan…ampunkanlah segala dosaku, aku tak layak menjadi hamba-Mu ya Allah.

Dan DIA kembali berkata, “Sifat-Ku Pengampun…barang siapa memohon ampunan dari-Ku, niscaya AKU ampunkan…, dan AKU ampunkan kamu wahai hamba-KU.”

Aku bertanya kepada-Nya, “Mengapa Engkau masih mengampuni dosaku padahal aku sering melakukan kesalahan berulang kali? Sampai sebegitukah cinta-Mu padaku?”

DIA menjawab, “Karena kau adalah ciptaan-KU. AKU sekali-kali tidak akan mengabaikanmu. Apabila kamu menangis, AKU akan simpati dan mendengar segala rintihanmu. Apabila kamu gembira, AKU turut gembira dengan kegembiraanmu. Apabila kamu merasa sedih dan kesepian, AKU akan memberikan kamu semangat.”

“Apabila kamu terjatuh, AKU membangkitkanmu. Apabila kamu kelelahan menjalani hidupmu, AKU akan membantumu. AKU sekali-kali tidak akan meninggalkanmu. AKU selalu bersamamu, dan akan menyayangimu selama-lamanya.”

Aku pun hanya mampu menangis dan menyesali diri yang penuh dosa, merasa hati ini begitu keras, sehingga tidak bisa merasakan betapa dekatnya Engkau…

Dan…akhirnya untuk pertama kali, aku menjalankan sholat dalam arti yang sebenarnya…Allahu Akbar, Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil ‘adhim,,,

============

Semoga tuliasan ini bisa memberi manfaat, mengingatkan betapa pentingnya sebuah kesyukuran atas nikmat yang diberi oleh-Nya. Apapun yang kita dapatkan semata-mata hanya untuk kebaikan kita hamba-Nya. Dan itu karena Allah sayang

-wallahu a’lam-
do the best, and get the best…
bismillah…

-yanrmhd-

Share
kangian

kangian

Web Designer, Front End Developer di DigitalBrand Web Solution (Whatsapp 089626005975 )

You may also like...

80 Responses

  1. kangian nuances pen berkata:

    Subhanallah! Allahu Akbar!

  2. kangian mahesapandu berkata:

    Subhanallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!!!

  3. kangian Rita Susanti berkata:

    Aku masih berkubang dosa, dan selalu mengulangi kesalahan dan dosa yang sama…Astgahfirullah, semoga ALLAH berkenan mengampuni dosaku yang menggunung…

    • kangian yanrmhd berkata:

      selama ada hati yang masih merindu cahaya-Nya, Allah selalu membersihkan dengan ampunan-Nya,,

      semangat!! bersama memperbaiki diri 🙂

  4. kangian alya berkata:

    makasie kk…..suka ngebacanya

  5. kangian isnuansa berkata:

    Sama seperti Mbak Rita, jadi instropeksi diri. Makasih ya…

  6. kangian didot berkata:

    di jaman ini mungkin lebih baik seseorang terlahir cacat,dimana kebutaanya membuatnya aman dari kesaksian mata2 yg bermaksiat,dimana kakinya yg pincang mencegahnya dari tempat2 maksiat,dimana telinganya yg tuli membuatnya tidak mendengar gunjingan saudaranya,dimana mulutnya yg bisu membuatnya terhindar dari kata2 yg penuh kesia2an dan dosa ghibah terhadap saudaranya

    bukankah manusia telah diciptakanNYA sempurna menurut ukuranNYA masing2?

    • kangian wigati berkata:

      :), menurutku ndak ada yang lebih baik sih mas, sama pasti takaran rintangan&kelebihannya. Bukankah yang ‘lengkap’ juga jadi bisa lebih optimal memanfaatkah kelebihannya dibanding yang cacat. Ya memang harus didasari syukur sih ya, yang cacat bersyukur, yang ‘lengkap’ juga. Yang tercipta sbg laki2 positif bersyukur, yang perempuan juga. Biar semua yang ada bisa maksimal mencapai cintaNya…
      atau gimana nih mas Yan? 😀

      • kangian didot berkata:

        karena semuanya udah sempurna menurut ukuranNYA makanya semua perlu bersyukur yg cacat atau tidak,perumpamaan tadi adalah untuk manusia yg tidak bersyukur dengan kesempurnaan fisiknya ,malah dimanfaatkan buat maksiat,seandainya untuk manusia yg ahli ibadah tentu sangat menguntungkan wi ,jadi jangan disalahartikan juga kata2 saya diatas 🙂

      • kangian yanrmhd berkata:

        ya begitulah,
        yang sempurna atau kurang beruntung tetap memiliki cara masing2,,

        yang penting kita semangat, tetap optimis, dzikir, fikir, dan ikhtiar… :mrgreen:

    • kangian yanrmhd berkata:

      diberi kesempurnaan adalah berkah, dan ketika terlahir cacat itu kehendak-Nya, tidak ada sempurna atau cacat melainkan sebagai jalan untuk mendekat dan bersyukur pada-Nya, dengan cara masing2,,

      dan menerima qada dari-Nya lebih utama sebagai wujud iman dan keberpasrahan diri terhadap Allah,,

      -wallahu’alam- 🙂

  7. kangian sedjatee berkata:

    sebuah kontemplasi yang dalam..
    kita terkadang lupa mensyukuri kesempurnaan tubuh kita… semoga kita menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur..

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

  8. kangian isil berkata:

    wah subhanallah sekali kang..
    tulisannya bikin adem…

  9. kangian bundadontworry berkata:

    hiks……hiks….. bunda masih kurang bersyukur. 😥
    terimakasih utk tulisan yg bermanfaat utk koreksi diri sendiri ni.
    salam

  10. kangian darahbiroe berkata:

    hikz
    semoga aku termasuk hamba yang pandai bersyukur atas smua yang diberikan allah
    🙂

  11. kangian cempaka berkata:

    SubahaAllah…. ternyata Allah begitu sayang padaku hikss…. 🙁

  12. kangian delia4ever berkata:

    Subhanallah..

    Kujawab dalam hati… T_T

  13. kangian Usup Supriyadi berkata:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    sebuah renungan yang diantara bait-baitnya ada yang mendampar diri ini . begitulah memang fenomena saat ini, termasuk saya yang terkadang juga masih taklid ke fenomena yang demikian, yakni ia mengaku cinta tapi tak setia. sungguh, semoga kita dijauhkan dari hal-hal yang sedemikian . cinta dan kesetiaan harus seiring sejalan untuk-Nya, maka ia akan menebarkan kasih sayang diantara kita .

    😀

    • kangian yanrmhd berkata:

      Wa’alaikumsalam Wr.Wb.
      semoga jadi renungan kita bersama, saling mengingatkan dan berbagi manfaat…
      semoga semakin subur kecintaan dan ksyukuran kita atas nikmat yang telah diberi..

      🙂

  14. kangian fitrimelinda berkata:

    subhanallah..

  15. kangian yangputri berkata:

    thanks atas postingan ini, karena telah mengingatkan untuk selalu bersyukur kepadaNya…

  16. kangian melly berkata:

    postingan yang membuat nangis, aku jg kurang bersyukur, terlalu sombong dihadapan tuhan 🙁

  17. kangian setitikharapan berkata:

    Subhanallah mas, tulisan-tulisan ini semakin menunjukkan betapa Allah sangat mencintai hambaNya. Saya malu mas sama ALlah.

  18. kangian Damar Dwiyadi Pratama berkata:

    SubhanAllah, blog yg bagus dan bermanfaat. http://artikelmenarik.wordpress.com

  19. kangian tary Sonora berkata:

    mencerahkan, nice posting nih.

  20. kangian orange float berkata:

    dia maha penyayang dan juga maha pengampun.

  21. kangian elmoudy berkata:

    betapa cantiknya senja itu..
    trasa ada kilasan memori yang mengalir indah..
    ingat akan senyumNya yang sudah menanti di surau itu

  22. kangian fansmaniac berkata:

    Assalamualaikum, teriring doa dan salam untukmu sobat semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNya tuk kita semua…

    Salam Blogger
    Wassalam

  23. kangian pakosu berkata:

    Assalamualaikum ww,
    Saya masih berlumur dosa, sering mengulangi kesalahan dan dosa yang sama…
    Astgahfirullahal`adzim semoga ALLAH berkenan mengampuni dosaku.
    Salam

    • kangian yanrmhd berkata:

      Wa’alaikumsalam,, 🙂
      tidak ada insan yang bersih dari dosa, tetapi yang terbaik adalah ia ayang segera menyadari dan segera kembali…

      semoga jadi renungan bersama, bahwa Allah begitu dekat dan mencintai kita..

  24. kangian Abdi Jaya berkata:

    sungguh sebuah nasehat bagi saya pribadi…
    ampuni hambaMu ini ya Allah yang masih lupa bersyukur

  25. kangian rose berkata:

    masyaAllah sebuah lakuu hati yang luar biasa banyak godaannya yan… 🙁

  26. kangian sunflo berkata:

    hatinya tidak diberikan untuk selainMu.. bukan bagiMu lidah dengan cinta yang palsu

  27. Subhanallah.. Ciptaan Allah memang sempurna.
    Kenapa kita masih angkuh dan lupa daratan pada Nya… Astaghfirullah

    • kangian yanrmhd berkata:

      cinta Allah melebihi luasnya langit dan bumi…kitanya saja yang angkuh merasa diri sempurna…astagfirullah,,
      semoga kita bisa memperbaiki diri dan bersyukur atas nikmat-Nya..

  28. kangian hanyanulis berkata:

    Apa ya parameter untuk mengukur kecintaan kita terhadap Allah???Kalo menurut saya, parameter itu adalah “ikhlas”, karena ketika kita mencapai tahap itu, kita seakan tak ada batasan lagi yang mampu membuat bahagia selain hanya cinta kepada Allah, Kita belajar ilmu sabar , atau bertawakur, hal itu melupakan proses tahapanmenuju ke tahap “ikhlas”.. 🙂

    • kangian yanrmhd berkata:

      hm..good point 🙂
      keikhlasan penghambaan, memberikan cintanya sepenuh hati, memberikan yang terbaik, tanpa mengharapkan sesuatu balasan,,,

      wallahu’alam 😀

  29. kangian Bee'J berkata:

    semoga ku tahu, syukurku adalah milikMU…

  30. kangian ummumarwa berkata:

    Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah,
    Semoga Allah selalu memberi hidayah kepada kita agar selalu mendekat kepada-Nya…
    Amiin…

  31. kangian firdausfarisqi berkata:

    dosa setumpuk…… ibadah sering terlewatkan…… masihkah Dia mau memaafkan aku dan tetap mengijinkan aku untuk mencintai Nya 🙁

  32. kangian kawanlama95 berkata:

    indah sebuah keindahan yang mempesona seperti melihat gadis cantik yang sedang merekah.Lembayung seja yang kau hadirkan dalam katamu membuat diri ini melambungkan fikiran ke suatu tempat yang kusuka sebuah keindahan yang memikat. Salam hangat selalu

  33. kangian Ifan Jayadi berkata:

    Kesyukuran merupakan langkah awal untuk merenungi nikmat2 Allah SWT lainnya yang begitu banyak berlimpah tanpa disadari oleh manusia

  34. kangian nanangrusmana berkata:

    Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun..dan Allah jadikan pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur….

    An-Nahl 78:

    Mensyukuri yang Allah berikan…..tanda mencintai Allah..

    Terima kasih telah mengingatkan ..

  35. kangian Aldy berkata:

    Yang saya tahu saya yakini Allah tidak pernah menutup pintu maafnya jika kita benar-benar mau mengakui kesalahan dan dosa dengan segala kesungguhan.

    • kangian yanrmhd berkata:

      betul pak Aldy 🙂
      selama kita menyadari dan tidak melakukan kesalahan dan dosa lagi, Allah akan mengampuninya…, dan Allah Maha Mengetahui yang tersembunyi

  36. kangian Asop berkata:

    Alhamdulillah.. saya diingatkan kembali oleh Mas Ryan. 🙂

  37. kangian mycorner berkata:

    Alhamdulillah diingatkan bahwa kita umat Nabi akhir zaman.. hari itu akan segera datang semoga menjadi nasihat bagi diri kita semua amiiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *