About Me
Hi! Saya Ryan Rudiansyah seorang freelance web developer dari Bandung yang juga senang dengan dunia motivasi dan technopreneurship. Semoga tulisan di blog ini bisa memberikan inspirasi bermanfaat. ツ

Siapkah Jatuh Cinta???

..bismillahirrohmanirrohim,,

Hm…, sekali lagi ‘cinta’ memperoleh tempat yang mulia dalam sebuah perjuangan dan menjadi sebuah amanah yang harus diposisikan dalam sebuah perjuangan itu.

Timbul sebuah pertanyaan, “Bagaimana ketika perasaan itu hadir. Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki?”.

Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah perkara sederhana. Dalam konteks dakwah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan. Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah pembinaan. Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rosullulah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan jalan meraih ridho Allah subhanahu wa ta’ala.

Ketika aktivis dakwah jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rosullah dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut, maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud dalam cinta tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi dakwah. Karenannya jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukan perkara sederhana.

Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yg sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah dahulu kepada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta??? jangan sampai kita lupa, bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi dakwah. Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.

Deklarasi Cinta
Sekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk mendeklarasikan cinta diatas koridor yang bersih. Jika proses dan seruan dakwah senantiasa
mengusung pembenahan kepribadiaan manusia, maka layaklah kita tempatkan tema cinta dalam tempat utama. Kita sadari kerusakan perilaku generasi hari ini, sebagian besar dilandasi oleh salah tafsir tentang cinta. Terlalu banyak penyimpangan terjadi, karena cinta didewakan dan dijadikan kewajaran melakukan pelanggaran. Dan tema tayangan pun mendeklarasikan cinta yang dangkal. Hanya ada cinta untuk sebuah persaingan, sengketa. Sementara cinta untuk sebuah kemuliaan, kerja
keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan kesurga dan kemuliaan
Allah, tidak pernah mendapat tempat disana.

Sudah cukup banyak pentas kejujuran kita lakukan. Sudah terbilang jumlah pengakuan keutamaan kita, sebuah dakwah yang kita gagas, Sudah banyak potret keluarga yg baru dalam masyarakat yg kita tampilkan. Namun berapa banyak deklarasi cinta yang sudah kita nyatakan. Cinta masih menjadi topik asing dalam dakwah kita. Wajah, warna, ekspresi dan nuansa cinta kita masih terkesan misteri. Pertanyaan sederhana, “Gimana sih, kok kamu bisa nikah sama dia, Emang kamu cinta sama dia?”, dapat kita jadikan indikator miskinnya kita mengkampanyekan cinta suci dalam dakwah ini.

Pernyataan “nikah dulu baru pacaran” masih menjadi jargon yang menyimpan pertanyaan misteri, “Bagaimana caranya, emang bisa?”.  Sangat
sulit bagi masyarakat kita untuk mencerna dan memahami logika jargon
tersebut. Terutama karena konsumsi informasi media tayangan, bacaan,
diskusi dan interaksi umum, sama sekali bertolak belakang dengan jargon tersebut.

Inilah salah satu alasan penting dan mendesak untuk mengkampanyekan
cinta dengan wujud yang baru. Cinta yang lahir sebagai bagian dari penyempurnaan status hamba. Cinta yang diberkahi karena taat kepada
sang Penguasa dan Pemilik Jiwa. Cinta yang menjaga diri dari penyimpangan, penyelewengan dan perbuataningkar terhadap nikmat Allah yang banyak. Cinta yang berorientasi bukan sekedar jalan berdua, makan, nonton dan seabrek romantika yang berdiri diatas pengkhianatan terhadap nikmat, rezki, dan amanah yang Allah berikan kepada kita.

Kita ingin lebih dalam menjabarkan kepada masyarakat tentang cinta ini. Sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil akhir keluarga dakwah. Biarkan mereka paham tentang perasaan seorang ikhwan terhadap akhwat, tentang perhatian seorang akhwat pada ikhwan, tentang cinta ikhwan-akhwat, tentang romantika ikhwan-akhwat dan tentang landasan kemana cinta itu bermuara. Inilah agenda topik yang harus lebih banyak dibuka dan dibentangkan. Dikenalkan kepada masyarakat berikut mekanisme yang menyertainya. Paling tidak gambaran besar yang menyeluruh dapat dinikmati oleh masyarakat, sehingga mereka bisa mengerti bagaimana proses panjang yang menghasilkan potret keluarga dakwah hari ini.

Setiap kita yang mengaku putra-putri Islam, setiap kita yg berjanji dalam kafilah dakwah, setiap kita yang mengikrarkan Allahu Ghoyatuna, maka jatuh cinta dipandang sebagai jalan jihad yang menghantarkan diri kepada cita-cita tertinggi, syahid fi sabililah. Inilah perasaan yang istimewa. Perasaan yang menempatkan kita satu tahap lebih maju. Dengan perasaan ini, kita mengambil jaminan kemuliaan yang ditetapkan Rosullulah. Dengan perasaan ini kita memperluas ruang dakwah kita. Dengan perasaan ini kita naik marhalah dalam dakwah dan pembinaan.

Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawaddah, warahmah. Jadi, sudah siapkah untuk jatuh cinta???.

Semoga menjadi renungan kita bersama, khususnya bagi penulis sendiri, bahwa cinta adalah sebuah sesuatu yang diberkahi oleh Allah bukan hanya nafsu belaka yang hanya perlu dipenuhi saja, tetapi juga harus dibina, diarahkan, sehingga menjadi sebuah keberkahan yang memberi manfaat positif.

Wallahu’alam bishawab,,

-Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat-

do the best, and get the best..bismillah… ^_^

-yanrmhd-

Share
kangian

kangian

Web Designer, Front End Developer di DigitalBrand Web Solution (Whatsapp 089626005975 )

You may also like...

36 Responses

  1. kangian wiwik berkata:

    Cinta dlm wujud yg sebenarnya! Semoga senantiasa menjadi nafas, motivasi, dan tujuan bg kita generasi dakwah.Amien

    • kangian yanrmhd berkata:

      Amin,,
      smoga Allah memberikan jln dan kemudahan pd pr generasi dakwah, untuk istiqomah dan trus berjuang..demi kemuliaan Islam…
      insya Allah 🙂

  2. kangian banny berkata:

    perkenankan aku
    tuk dapat mengenal
    lebih dalam
    akan makna juga arti cinta….

    Salam Hijau!!!

  3. kangian Masdin berkata:

    Wah… kita semua dapat pencerahan baru nih. Syukron… salam ta’aruf.

  4. kangian sedjatee berkata:

    wow, its a nice blog…
    salam kenal… thanks telah ke tempat kami..
    semoga sukses selalu Bung Ryan..

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

  5. kangian ilyasafsoh.com berkata:

    bibit bersemi dengan indah

  6. kangian orange float berkata:

    jatuh cinta berjuta rasanya tapi jangan sampai buta karena cinta

    • kangian yanrmhd berkata:

      betul,,
      bina dan arahkan ia pada jalan
      yg di kehendaki Sang Pemilik Cinta,
      agar ia berkah dan berakhir mulia…
      insya Alloh… 🙂

  7. kangian marsini berkata:

    sunnguh.. ini pelajaran tentang cinta yang sangat berharga 🙂

  8. kangian delia4ever berkata:

    Cinta sejati hanyalah miliknya SANG MAHA CINTA..Allah SWT..

    jadi untuk yang lain biasakan saja.. 🙂

    heheheh

    salam kenal… semoga persahabatan terjalin

    • kangian yanrmhd berkata:

      betul,,
      Cinta sejati hanya milik Allah sajalah,, 😀
      smoga cinta thp makhlukNya tdk melupakan kita pada Sang Pemilik Cinta..
      insya Allah..

      salam kenal,,
      smoga terjalin dan berkah.. 🙂

  9. kangian rose berkata:

    cinta emang selalu indah dibicarakan… dan cinta terindah dan yang haq adalah cinta padaNYa dan karenaNya serta ikhlas di atasnya…..

  10. kangian sunflo berkata:

    yup… dan menurutku cinta itu artinya luas… tak melulu hubungan antara manusia yang berbeda jenis… namun cinta adalah hati yang berbicara ttg simpati terhadap segenap alam raya ini, terutama kepada Sang Penguasa alam raya ini… ^^

  11. kangian Asop berkata:

    Benar, cinta bisa membangkitkan kekuatan… 🙂

  12. kangian Abdi Jaya berkata:

    cinta sejati dengan memprioritaskan cinta kita kepada Allah dan Rasul merupakan hal yang sulit…
    karena godaan cinta dunia begitu besar
    terima kasih tulisannya sangat inspiratif…

    • kangian yanrmhd berkata:

      selama ada keinginan dan semangat serta pemahaman bahwa cinta2 thp mahluk-Nya merupakan bagian cinta pada-Nya, insya Allah bisa, betul??? hehe..
      😀

  13. kangian darahbiroe berkata:

    semoga saja saya juga mendapatkan cinta yang hakiki
    cinta yang sebenernya
    😀

  14. kangian cryboy berkata:

    mmmmm., btul btul btul… ..
    mesti hati-hati jg dengan cinta.. .

  15. kangian suzannita berkata:

    mungkin inilah yang akan suzan lakukan, nikah dulu baru pacaran…
    btw makasih ya dah berkunjung ke blog saia 😀

  16. kangian pagibening berkata:

    Subhanallah, postingannya bagus dan bermanfaat banget. Semoga bisa lebih menjaga hingga saat itu tiba 🙂 Trimakasih dah berkunjung ke blog saya.

  17. kangian mahesapandu berkata:

    Dengan cinta pasti hidup ini menjadi lebih halus dan indah..
    Tapi mungkin juga hati-hati menggunakan kata cinta, kadang nafsu tersipu, menjelma seakan cinta…

  18. kangian Alya khairunnisa berkata:

    Subhanallah…..mantafff beneerrr deh……

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *