About Me
Hi! Saya Ryan Rudiansyah seorang freelance web developer dari Bandung yang juga senang dengan dunia motivasi dan technopreneurship. Semoga tulisan di blog ini bisa memberikan inspirasi bermanfaat. ツ

Paku Yang Lekat Di Hati

..bismillahirrohmanirrohim,,

Assalamu’alaikum, teman…apa kabarmu hari ini? Semoga dalam berkah dan rahmat-Nya, amin.

Paku yang lekat di hati??? Yup, untuk lebih memahaminya simak sepenggal cerita berikut…, baca..ini penting lho ^^

Jangan suka menyakiti hati orang lain dengan kata-kata kita,” nasihat seorang ibu kepada anaknya.

“Saya tahu itu salah, ibu. Tapi, saya akan cepat minta maaf. Itu satu kelebihan juga, bu?” Balas si anak.

“Tetapi perbuatan kamu itu menyakitkan hati orang, anakku,” kata ibu itu lagi.

“Saya rasa tidak, saya tidak kejam. Selepas minta maaf, semuanya baik-baik saja bu.” Si ibu berfikir. Apakah cara untuk menyadarkan anaknya daripada sifat buruk ini?

“Kalau begitu, kamu ikut pesan ibu ini. Moga kamu akan pahami maksud ibu nanti.” Tanpa membantah anak itu setuju.

“Begini, setiap kali kamu menyakiti hati seseorang, kamu ketuk sebilah paku ke dinding ini. Kemudian, setelah kamu meminta maaf, kamu cabut kembali paku yang kamu ketuk itu!”

“Baik, ibu.” Beberapa bulan berlalu, mereka sama-sama menghadap dinding tersebut. “Lihat ibu, mana ada paku yang tertinggal?” Ujar si anak dengan bangga.

“Semuanya telah dicabut. Memang banyak orang yang saya sakiti hati mereka, tetapi semuanya telah memaafkan saya setelah saya meminta maaf.”

“Betul kamu sudah minta maaf dan mereka telah memaafkan, tapi sadarkah kamu…?”

“Maksud ibu?”

“Coba kamu perhatikan dinding ini. Semuanya sudah rusak, kotor dan berlubang. Itulah hati-hati yang telah kamu sakiti. Walaupun kamu sudah dimaafkan, tetapi kesan perbuatan buruk itu masih berbekas di hati mereka. Hati yang dilukai ada bekasnya, anakku…”

Si anak merenung dinding yang berlubang akibat paku-paku itu. Sudah tidak indah lagi seperti asalnya. Begitukah hati-hati orang yang telah aku sakiti?

Itulah teman, sepenggal cerita tentang bagaimana susahnya sebuah hati, perasaan seseorang ketika sudah terluka…

Meminta maaf adalah perbuatan terpuji. Tetapi berusaha agar kita tidak terpaksa meminta maaf (maksudnya menghindarkan diri daripada menyakiti hati orang lain) jauh lebih terpuji. Ya, luka di hati itu lebih sukar diobati daripada luka di tangan.

Semoga bermanfaat teman. Mari kita jaga sekeping hati ini dan lisan kita agar selalu berlemah lembut dan penuh dengan kasih sayang, agar tak ada lagi luka akibat paku yang lekat di hati seseorang….

-wallahu a’lam-

do the best, get the best…
bismillah… ^^

<beranda>

Share
kangian

kangian

Web Designer, Front End Developer di DigitalBrand Web Solution (Whatsapp 089626005975 )

You may also like...

92 Responses

  1. kangian Masdin berkata:

    Mengucapkan kata maaf memang mudah, tetapi akibat dari tindakan yang ingin dimaafkan itu terkadang sangat berat sekalipun telah dimaafkan. Aku sejalan pikiran dengan ibu anak di atas. Terkadang saya mengatakan kepada orang2 dekat saya “bisa saja kan kamu memukuli kepala seseorang sampai berdarah lalu meminta maaf”, mudah kan meminta maaf. Tetapi kepala yang sudah berdarah itu bagaimana? 😀

  2. kangian Asop berkata:

    Setuju banget, Mas… 🙂
    Makanya kita harus menjaga hati dan ucapan kita ya. 🙂

  3. kangian ifin berkata:

    “Ingatlah pesan yang mulia Rasulullah, ada sesuatu yang kecil dalam diri kita, bila sesuatu itu baik maka baiklah semuanya, bila sesuatu itu buruk maka buruklah semua. Sesuatu itu adalah hati. Maka patutlah kita selalu menjaga hati sebaik mungkin”

    salam hangat….
    ariefien

  4. kangian Bee'J berkata:

    kata aa gym… jagalah hati jangan kau kotori
    jagalah hati lentera hidup ini… 🙂

    • kangian yanrmhd berkata:

      siiip… 😀
      Sekeping hati dibawa berlari
      Jauh melalui jalanan sepi
      Jalan kebenaran indah terbentang
      Di depan matamu para pejuang …

  5. kangian ian abuhanzhalah berkata:

    nice posting kang ryan
    waktosna ngaronda ieu tos weungi xixi..

  6. yaa begitulah..semoga kita berusaha menjadi orang yang bijak..

  7. kangian didot berkata:

    memberi dan meminta maaf keduanya merupakan perbuatan yg sangat baik,meski tidak akan memperbaiki luka yg pernah ditimbulkan,namun kita memang ditakdirkan untuk belajar dari kesalahan kita,karena kita gak ada yg sempurna 🙂

  8. kangian Meliana Aryuni berkata:

    Maaf ya klo ada salah2 kata….

  9. kangian Octane berkata:

    Bekas luka itu masih akan ada, tp beruntunglah yang tidak mengulangi luka itu kembali….

  10. kangian hakim berkata:

    kata maaf yang diberikan pada dasarnya tidak bisa menggambarkan hati yang terluka

  11. kangian hanyanulis berkata:

    ada kalanya seseorang itu memberi maaf secara kontemporer, tidak benar2 tulus dari dalam hati nuraninya. kadang setiap kita melakukan kesalahan lagi, ia menguingkit2 kesalahan kita yang sebelumnya..Ya, mungkin itu lebih bikin sesak daripada tertancap paku di hati 🙂

    • kangian yanrmhd berkata:

      yup, itu lah mengapa kita jangan sampai pernah melukai hati.
      hati yang sifatnya lembut, terluka pasti akan berbekas
      dan sulit dihilangkan…

      🙂

  12. kangian darahbiroe berkata:

    alhamdulillah saya
    bukan tipe orang yang susah untuk bilang sorry
    moga ajah kedepan bisa lebih menjaga perkataan biar ga menyakiti hatio orang lain

  13. kangian setitikharapan berkata:

    Semoga luka dihati orang lain tak diulangi lagi sehingga akan melukai hati yang lain. Makasih tuk renungannya mas.

  14. kangian Kakaakin berkata:

    Karena lidah, tanpa sadar ternyata telah menyakiti hati orang lain. Dan ternyata luka itu tak dapat sembuh dengan mudahnya, selalu meninggalkan bekas 🙁

  15. kangian bundadontworry berkata:

    semoga kita bisa menghindari utk menyakiti hati sesama melalui lidah,amin
    salam

  16. kangian achoey berkata:

    Menjaga lidah kita
    untuk menjaga hati orang lain 🙂

  17. kangian orange float berkata:

    ujungnya ada pada lidah, sungguh lidah tak bertulang.

  18. kangian nizwa11 berkata:

    Datang lage ryan R m
    Mau baca pesan hari ini..
    Sipp

  19. kangian delia4ever berkata:

    Paling takut untuk berbicara apalagi kepada sahabat baru..
    takut kata2 ini tersalah makna..
    karena ucapan selalu berbekas…

    Terima kasih mas sudah mengingatkan 🙂

    • kangian yanrmhd berkata:

      yup, betul sekali Lia,
      kalau sudah salah kata maka rasa bersalah
      yang timbul, meskipun meminta maaf tetap saja
      ada sebuah kegelisahan… 🙁

      jadi mari pelihara hati, dan ucapan agar tiada
      hati lain yang tersakiti…

      🙂

  20. kangian Berdebu berkata:

    ku pernah punya salah sama sahabat…tapi maafku tak terbalas,apakah salahku memang tak patut dimaafkan??

    • kangian yanrmhd berkata:

      hehe, kita berbaik sangka saja…agar persahabatan itu tidak terganggu dan jangan diulangi lagi
      tetap bersilaturahmi, menandakan ada niat baik kita untuk memperbaiki kesalahan 🙂

  21. kangian sedjatee berkata:

    bener banged Bung Ryan..
    paku yang dicabut tetap meninggalkan lobang dihati..
    salam sukses selalu..

    sedj

  22. kangian Bintang berkata:

    Setuju… Selain itu berusaha untuk lebih bisa bertoleransi dan berempati kepada orang lain.

  23. kangian cempaka berkata:

    huumbb betul betul betull..
    kalo luka ditangan dikasi betadin sembuh.. v kalo luka dihati??? hiksss…. susah nyari obatx jeung >_<

    • kangian yanrmhd berkata:

      betul, betu, betul :mrgreen:
      blom ada obatnya, hanya sikap ikhlas dan ridho saja
      yang bisa meminimalkan dampak buruk dari sakit hati,,
      🙂

  24. kangian Rina berkata:

    Yups…bener banget
    luka yang telah ditorehkan di hati sulit untuk sembuhnya

    Semoga maaf bisa menjadi salah satu penyembuhnya 🙂

  25. kangian yoriyuliandra berkata:

    Wow great… Cerita yang menginspirasi sob…
    Kadang permasalahannya kita tidak cukup peka untuk menyadari bahwa kita tanpa sengaja telah menyakiti hati teman dan sahabat kita

    • kangian yanrmhd berkata:

      siiip… :mrgreen:
      tepat sekali, saking akrabnya kita kadang tak sadar
      kalau sudah menyakiti hatinya, meskipun mereka tetap tersenyum…

  26. kangian ummumarwa berkata:

    apa yang sudah diucapkan memang tidak bisa ditarik,
    duh… susahnya menjaga hati ini
    agar selalu bersih dari nafsu dan amarah yang dapat menyakiti hati orang lain apalagi orang yang kita cintai.. 🙁

    salam…

  27. kangian aldy berkata:

    Idealnya memang jangan sampai menyakiti hati orang lain, tetapi jika terjadi juga cara yang paling bijak ya minta maaf. Dan sipemberi maaf juga harus iklas, jangan cuma dibibir doang 😉

    • kangian yanrmhd berkata:

      hahayyy, sambil rada2 maksa ya pak aldy, “maapin kagak!!” 😆

      yup, karena manusia tempatnya lupa…dan setiap kesalahan alangkah baiknya jika dibarengi dengan
      perbaikan… 🙂

  28. kangian rumahsehatafiat berkata:

    ini nasehat sangat luar biasa , mahasuci Allah yang mendatangkan seorang ibu yang sangat bijak .hmmm ada artikel menarik kiat-merawat-cinta-kasih

  29. kangian Intan berkata:

    hooo…iya pernah jg denger cerita ini,
    masya Allah ya…luka bekas paku memang akan membekas

  30. kangian orangekusuka berkata:

    *merasa dan ikut merenung.. 🙁

    tapi saya tidak kehilangan akal untuk menempel dinding itu dengan semen putih. 🙂

  31. kangian marisa berkata:

    wah,,berarti kita harus mennjaga ucapan ya.. 🙂
    nice posting…

  32. kangian Tary Sonora berkata:

    menjaga hati itu tidak mudah ya, dari postingan ini mari kita belajar… mencerahkan sekali mas.

    • kangian yanrmhd berkata:

      tepat sekali, mudah kita katakan ‘jagalah hati’ tapi ternyata itu sulit…
      hanya orang yang ikhlas bisa melakukannya…

      🙂

  33. kangian sunflo berkata:

    yup… meski maaf telah digulirkan namun bekasnya masih kentara di jiwa …. menyakitkan banget

    • kangian yanrmhd berkata:

      betul flo’ dah memohon2 buat dimaapin…, dimaapin sih
      tapi kok rasanya ada yang beda…, apakah karena terlalu menyakitkan???

  34. kangian rose berkata:

    mari kita jaga lisan dan perbuatan kita dari menyakiti org lain ya de’… secara kita juga ga suka diperlakukan kek gtu

  35. kangian rumahsehatafiat berkata:

    kebijakan sang ibu yang bijak ketika menasehati anaknya.salam semangat

  36. kangian Nisa berkata:

    subhanallah.. nice story 😀

  37. kangian Usup Supriyadi berkata:

    meski saya sudah baca kisah ini berkali kali, tapi tidak pernah bosan, karena memang sangat menasehati .

    semoga kita menghindari segala hal yang bisa menyakiti, dan jika kita disakiti, maka tetaplah pada kelapangan hati untuk memaafkan .

    alhamdulillah kabar saya baik kang, eh, kang, ternyata kang ian teh dibogor euy, caket sareng abdi mah . 😆

    • kangian yanrmhd berkata:

      hahayyy siiip lah… :mrgreen:
      alah ieung, eta mah ian abu meureun nya…, abdi mah di bandung kang usup…, ian jeung yan mirip2 panggilanna nya 😆

  38. kangian wiwin9 berkata:

    memang benar,luka sekecil apapun tetap akan membekas 🙂
    nice post mas 😉

    • kangian yanrmhd berkata:

      yup, sebaik apa pun dan semanis apa pun sesorang meminta maaf, akan tetap ada saja akan ada rasa yang ‘tidak nyaman’

      🙂

  39. kangian Ifan Jayadi berkata:

    Saya juga pernah membaca cerita ini di buletin islami apa gitu. Dan ini benar2 meninggalkan kesan mendalam stlh membacanya. Karena sepertinya begitu mudah kita menyakiti seseorang lalu begitu mudahnya pula kita meminta maaf. Hanya seperti itukah harga sebuah kemaafan

    • kangian yanrmhd berkata:

      begitulah manusia, sangat mudahnya berucap tanpa memperhatikan dampak selanjutnya,,
      padahal lisan kita bagaikan sebuah bom waktu yang
      kapan saja siap meledak akibat ucapan yang dilontarkannya…

  40. kangian wawansri berkata:

    memaafkan mungkin mudah…
    tp melupakannya… sangat susah…

  41. kangian Keping Hidup berkata:

    Semoga kita bisa menjaga lisan kita – nasehat yang sangat baik untuk diri saya pribadi – syukron

  42. kangian orchidlily berkata:

    Lidah memang tak bertulang..seperti halnya saya yang mempunyai karakter sanguinis suka banget obral omong..alhasil sering tanpa sadar menyakiti orang lain. Yah, memang lebih baik berbicara seperlunya atau diam. Tapi kalau ga ngomong lidah rasanya gatel kang. Gimana caranya?

    • kangian yanrmhd berkata:

      wah kebayang ya klo lidah bertulang :mrgreen:
      hm…, bisa jadi pembicara, jadi penyiar juga boleh…
      gimana? halah rumit ya…
      yang jelas kita ngomong yang baik2 aja Nay.. 😀

  43. kangian ulfa berkata:

    Saking lembutnya hati, sampai kadang dilukai sedikit saja pasti meninggalkan luka. Smoga qt bs menjadi orang yg enggan melekatkan paku dihati orang lain 🙂

    • kangian yanrmhd berkata:

      yup, saking lembitnya jadi sangat mudah meninggalkan bekas,
      bagus kan klo kita meninggalkan segala kenangan baik
      daripada meninggalkan kesan jelek…

      🙂

  44. kangian Rully berkata:

    terima kasih sebelumnya atas kunjungannya di blog saya.

    cerita yg menggugah hati dan inspirasi.

    terima kasih sudah berbagi disini. sahabat

    rully

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *