About Me
Hi! Saya Ryan Rudiansyah seorang freelance web developer dari Bandung yang juga senang dengan dunia motivasi dan technopreneurship. Semoga tulisan di blog ini bisa memberikan inspirasi bermanfaat. ツ

Hati, ‘Radar Ajaib’

..assalamu’alaikum,,

apakabar IMAN ? Semoga sedang menapak TINGGI, apakabar CINTA ? Semoga sedang tidak MENDUA, apakabar HATI ? Semoga sedang tidak MATI.

Pernahkah kita sejenak merenung…bahwa didalam diri ini terdapat sesuatu yang selalu memberi tahu pada kita bahwa yang kita perbuat itu benar atau salah ??? Pernahakah kita mencoba berpikir tiba-tiba kita merasakan perasaan gelisah, resah, senang, bahagia dalam hidup ini ???

Ternyata semua itu dikerjakan oleh ‘hati‘. Sebuah maha karya Sang Pencipta..yang menciptakan manusia begitu sempurna. Selain melengkapinya dengan akal pikiran, manusia diciptakan Allah dengan perlengkapan ‘tempur’ yang memiliki fungsi memindai, menscan setiap amal perbuatan…, ya itulah qolbu atau hati.

Hati bagai sebuah perlengkapan ‘tempur’, ia akan memberitahukan pada pemiliknya bahwa apa yang ia lakukan itu salah dengan memberikan sinyal rasa kegelisahan, keresahan, kegalauan…sehingga sang pemilik hati itu waspada dan segera merubah strategi agar memperbaiki sehingga rasa itu teratasi. Ia akan akan memberikan sinyal rasa senang, bahagia, tentram dan damai pada pemiliknya sehingga pemiliknya itu tahu bahwa strateginya sudah tepat.

Teringat sabda Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasalallam, “Sesungguhnya dalam diri manusia terdapat segumpal daging, yang apabila daging itu baik maka baik pula seluruh anggota badannya, sebaliknya apabila daging itu rusak maka kotor dan rusak pula  anggota badannya. Dan daging yang dimaksud adalah hati”

Hati ibarat raja bagi jasad. Ia menyimpan tenaga pikiran dan tenaga emosi. Jika hati itu diisi oleh pemiliknya dengan sesuatu yang indah, baik..maka baik pula anggota badannya dan melahirkan manusia yang berakhlak mulia. Sebaliknya jika hati telah dikotori dengan perkara kotor dan jelek maka hanya akan melahirkan pribadi yang jelek pula.

Hati itu radar yang ajaib, ia akan memberi sinyal positif dan negatif, baik dan buruk. Apabila kita berbuat tidak baik atau dosa, apa yang kita rasakan ??? Kegelisahan, cemas, tertekan dan berdebar2  kan ???

Bersyukurlah jika demikian. Berarti hati kita belum mati, sehingga kita lebih waspada dan berhati-hati. Sinyal itu hadir dengan tujuan agar kita segera kembali pada Allah ketika kita berbuat dosa. Ingatlah karena Allah selalu memperhatikan dan tidak pernah meninggalkan kita. Allahu Akbar.

Seperti halnya sebuah alat, hati pun perlu dijaga (heu..jd inget lagu Jagalah Hatinya AAGym.. ^_^). Bagai sebuah cermin hati itu mudah terkena debu. Bila cermin itu tak pernah kita bersihkan, pastilah debu itu akan semakin tebal dan menjadi karat yang sulit dihilangkan. Jika hati itu radar maka hati dalam keadaan malfunction, alias tidak dapat berfungsi.., wah gawat.

Segeralah kita memperbaikinya. Jangan berlama-lama dalam kondisi yang ‘kritis’, ibarat alat tempur, radar (hati) jika tidak berfungsi berarti situasi bisa lebih buruk.., kita tidak dapat menscan baik atau buruk lagi apa yang kita perbuat..’kritis’ kan ??? Situasi darurat harus segera diatasi.

Caranya adalah dengan dekat dengan Allah, bertaubat ketika kita berbuat dosa, mengingat mati dan selalu berbuat baik. Dan rawatlah ia dengan selalu ingat pada Allah. “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (Ar-Ra’d :28)

Semoga kita selalu diberi kekuatan oleh Allah untuk senantiasa memelihara hati kita. Menjaga radar itu terus berfungsi, sehingga dalam hidup kita tidak ‘buta’, dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

-wallahua’lam-

Tetap semangat sahabat, hiasilah hati dengan keindahan dan senyuman…

Do The Best, and Get The Best..bismillah

..wassalam,,

-yanrmhd-

Share
kangian

kangian

Web Designer, Front End Developer di DigitalBrand Web Solution (Whatsapp 089626005975 )

You may also like...

3 Responses

  1. kangian eny haryanti berkata:

    ijin share ya, tq…

  2. kangian Edi Sugianto berkata:

    Se7……………………………

  1. 15/04/2010

    […] Hati bak radar yang menjadi instrument untuk memindai perbuatan kita. Ia akan memberi sinyal positif jika kita berbuat baik, dan akan memberi sinyal negatif bila kita berbuat sebuah penyimpangan. Resah, gelisah, takut, khawatir, ketika kita melakukan sesuatu diluar sisi kepantasan manusia yang memiliki akal dan nurani. […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *